Manfaat Belajar Rias Pengantin Jawa Bagi Make-up Artist

       Tren pernikahan tradisional yang diperkenalkan para selebritas Indonesia rupanya turut meningkatkan minat Belajar rias pengantin Jawa. Kesan elegan sekaligus sarat makna yang diperlihatkan pada tata rias tersebut mengundang rasa penasaran meski terbilang kompleks dibandingkan jenis riasan lainnya.

Kendati demikian, mengikuti kursus tata rias pengantin Jawa menawarkan sejumlah manfaat bagi Anda yang baru terjun di bidang tersebut, antara lain:

Mengenali jenis produk kecantikan

Produk-produk kecantikan yang digunakan dalam tata rias pengantin cukup beragam. Make-up artist pun akan menyesuaikan dengan tipe kulit hingga kemauan kliennya. Jadi, saat praktiknya nanti, Anda bakal mengaplikasikan produk yang tepat dan menghindari munculnya keluhan. Salah memakai produk dalam belajar rias pengantin Jawa hanya bakal memicu masalah wajah seperti jerawat hingga iritasi.

Memakai alat rias sesuai fungsinya
Seperti produk kecantikan, jenis alat rias pun beragam. Setidaknya ada empat jenis alat yang paling umum dipakai make-up artist, antara lain:

Brush make-up. ‘Senjata’ andalan para perias ini berfungsi untuk mengaplikasikan bedak dan blush on. Ukurannya pun beragam sehingga bisa disesuaikan untuk menghindari kesalahan dan kerusakan.

Foundation. Sesuai namanya, foundation diaplikasikan untuk menutup pori-pori serta meratakan warna kulit wajah Anda.

Beauty blender. Alat yang satu ini tebilang baru, tetapi sudah sering dipakai untuk belajar rias pengantin Jawa. Fungsinya adalah untuk membaurkan foundation agar hasilnya tampak natural.

Blush on. Dengan alat ini, Anda bisa membuat tampilan klien lebih segar dan merona. Warna blush on yang paling sering dipakai adalah merah muda, tetapi ada juga yang menggunakan cokelat dan bronze.

Mampu mengaplikasikan jenis riasan
Setelah menguasai basic skill, make-up artist biasanya sudah mampu menentukan jenis riasan yang diaplikasikan. Apalagi dalam pernikahan adat Jawa, setidaknya ada empat tipe riasan populer yang harus Anda pahami sebelum menerapkannya. Dengan begitu Anda bisa langsung menyiapkan alat, produk, dan kebutuhan lainnya untuk menunjang penampilan calon pengantin.

Menguasai teknik berdandan profesional

Teknik berdandan adalah hal esensial yang akan Anda dapatkan dari belajar rias pengantin Jawa. Sebaik dan semahal apa pun produk yang digunakan, tanpa teknik yang memadai, riasan yang Anda aplikasikan tak akan memberikan hasil maksimal. Apalagi Anda harus ekstra hati-hati saat menerapkan riasan untuk calon pengantin yang memilih pernikahan adat Jawa.

Menambah jaringan kerja dan pengalaman
Begitu selesai mengikuti kursus tata rias, Anda sudah membekali diri dengan berbagai pengalaman. Dari sini make-up artist pemula bisa memperluas jaringan kerja. Selain itu, peserta kursus yang potensial akan direkomendasikan para mentornya kepada klien-klien terpercaya. Jadi jangan sepelekan profesi make-up artist, terutama yang menangani riasan rumit seperti untuk pengantin adat Jawa.

Jenis-jenis tata rias populer untuk pengantin adat Jawa

Mengikuti belajar rias pengantin Jawa akan mengenalkan Anda pada jenis riasan yang sesuai untuk para klien. Berikut ini ada empat riasan pengantin dari adat Jawa yang sedang digandrungi, antara lain:

Yogya Paes Ageng
Yogya Paes Ageng adalah jenis tata rias yang paling banyak dikenakan pengantin tradisional Jawa. Kesan anggun dan adiluhung yang dipancarkan riasan tersebut membuat pasangan tampak berkelas saat duduk di pelaminan. Salah satu ciri khas yang ditemukan pada Yoga Paes Ageng adalah paes yang membingkai wajah pengantin perempuan.

Paes pada Yogya Paes Ageng yang Anda pelajari dalam materi belajar rias pengantin Jawa dipercaya mampu membuang jauh segala perbuatan buruk. Bagian-bagian dalam paes yang harus dibuat make-up artist mencakup penunggul, penitis, pengapit, serta godheg.

Penunggul yang berada di tengah dahi berarti paling besar, paling tinggi, dan paling baik. Kemudian, pengapit di kanan dan kiri berkaitan dengan keseimbangan. Sementara pengapit adalah simbol kearifan dan godheg bermakna manusia harus mengenal asal-usul agar mereka bisa kembali ke Sang Maha Pencipta tanpa mengutamakan keduniawian.

Warna pada Yogya Paes Ageng juga ternyata mempunyai arti mendalam. Hitam pada paes pengantin perempuan dianggap sebagai penangkal hal-hal buruk. Lantas, prada atau warna keemasan yang teknik pembuatannya Anda peroleh dari belajar rias pengantin Jawa menonjolkan kemewahan.

Yogya Puteri
Selanjutnya ada Yogya Puteri yang riasannya lebih sederhana dibandingkan Yogya Paes Ageng. Namun, hal tersebut tak lantas membuat penampilan pengantin biasa-biasa saja. Betapa tidak? Kebaya yang dikenakan saja memakai bahan beledu klasik yang dipadukan dengan batik motif Sidoasih, Sidomukti, maupun Sidoluhur. Ada pun tiga bros yang dikenakan sebagai aksesori.

Bagaimana dengan riasannya? Pengantin perempuan yang memilih Yogya Puteri masih menggunakan paes, hanya saja memakai warna klasik seperti cokelat. Masih ada warna hitam yang dipakai dan sedikit emas untuk menonjolkannya. Anda yang belajar rias pengantin Jawa akan dipandu untuk membentuk paes yang diisi pidih hitam berbentuk cengkorongan. Ada pula cithak berbentuk wajik yang dibuat dari daun sirih yang ditempatkan di dahi.

Sentuhan lain yang menjadi ciri khas Yogya Puteri mencakup ukul tekuk, untaian bunga melati, dan ceplok dari bunga mawar berbahan beledu merah di sanggul. Sepasang jebehan dipasang di kanan-kiri wajah dan sebaran pelik di sanggul. Perhiasan berupa sisir gunungan, mentul besar, dan subang ceplik pun menyempurnakan riasan Yogya Puteri.

Solo Puteri
Perbedaan mencolok yang akan Anda jumpai pada riasan khas Yogyakarta dengan Solo adalah bentuk paes pada pengantin perempuan. Saat belajar rias pengantin Jawa, Anda akan menyadari bahwa paes Yogyakarta cenderung runcing, sedangkan paes Solo agak membulat. Di luar itu, kedua paes pada tata rias Yogya dan Solo menggunakan warna hitam dan emas pada prada-nya.

Solo Puteri menggunakan sanggul dengan model ukel besar seperti bokor mengkurep. Ronce bunga melati bernama tibo dodo pun disisipkan pada bagian belakang sanggul hingga ke pinggang. Tampilan sang pengantin perempuan pun kian dipercantik dengan aksesori cunduk jungkut dan cunduk mentul sebanyak tujuh buah.

Di sektor busana, pengantin perempuan dengan riasan Solo Puteri memakai kebaya beledu hitam yang dikombinasikan dengan kain batik motif Sidomulyo, Sidomukti, Sidodadi, atau Sodoasih. Hal tersebut yang membuat Solo Puteri elegan dan klasik.

Solo Basahan
Jenis riasan keempat yang akan Anda dapatkan dari belajar rias pengantin Jawa adalah Solo Basahan. Pengantin yang memakai riasan ini memakai busana kampuh dan dodot. Jika mengikuti aturan, dodot warna hijau dan putih di bagian tengah hanya diperuntukkan bagi pengantin dari kalangan keraton. Lalu masyarakat biasa umumnya memakai warna lain seperti biru.

Menyoal paes, Solo Basahan mempunyai bentuk yang sama dengan Solo Puteri. Hal yang membedakan hanyalah aksesori yang digunakan. Solo Basahan memakai cunduk mentul alas-alasan pada sanggulnya dari bentuk menjangan, kupu-kupu kecil dan besar, matahari, serta cunduk jungkat.

Selamat belajar rias pengantin Jawa untuk Anda!

Manfaat Belajar Rias Pengantin Jawa Bagi Pemula